Tag Archives: istiqomah

Alhamdulillah, Aku Tersesat

Standard

sukses-adalah-perjalananAku Tersesat.

Yang muncul di benak mungkin bingung, was-was, panik dan entah berada di negeri antah berantah mana saat itu. Misalnya saja tersesat di jalan sepi yang sama sekali tidak kita kenal bahkan pertama kali melihatnya. Ingin bertanya tak ada orang yang melintas, ingin melanjutkan perjalanan tapi penuh dengan dilema.  Parahnya, kalau tidak balik arah, ya nekat melanjutkan jalan. Akan tetapi, justeru yang ada kita makin buta arah. Bingung kan? Rasanya akan sangat jengkel dengan diri sendiri.

Sayangnya, Lika-liku dan nano-nano rasa yang terkesan menyedihkan itu tak ku jumpai di jalanku yang “sedang” tersesat ini. Aku sadar bahwa aku menempuh jalan yang mulai bercabang.

Pencarian jati diri memang harus dilakukan. Tak heran, di momen-momen golden age sebagai seorang remaja yang sangat melik (curious-red.), menuntuk dirinya untuk mencoba apapun yang ia jumpai. Perlu diwaspadai, bahwa di dunia ini hanya ada dua hal, kalau tidak baik ya buruk, kalau tidak terpuji ya tercela, ada kanan ada kiri, selalu ada pasangannya, bahkan Allah pun telah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Tapi ini gak ada hubungannya dengan jodoh 🙂

Disinilah awal mula pergolakan batin. Meniti jalan yang penuh cabang. Ada yang menawarkan kesenangan, ada pula yang menawarkan kepuasan sesaat. Parahnya, ada juga yang tak betah hingga ikut-ikutan ke jalan yang penuh kemaksiatan. Sungguh mental pun diuji, namun yang tak kalah vital adalah iman.

Dalam tafsir QS. At Taghabuun (64) : 11

Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.

Inilah kebesaranNya, Ia yang Maha Agung, Maha Mendengar tidak tidur tidak berayah maupun beribu. Ia Esa. Ia juga yang mengguratkan warna-warni kanvas di kehidupan kita.

Aku bahagia, aku tersesat karena memilih jalan yang benar. Aku tersesat dari jalan yang selama ini salah ku lalui. Juga, aku tersesat jauh dari persimpangan-persimpangan yang menawarkan berbagai bujuk rayu kegembiraan yang fana.

Tersesat di jalan yang lapang. Dijalan yang penuh kembang dan kumbang bersenang-senang. Di jalan yang penuh dengan keyakinan diri untuk selalu mengingat-Mu. Jalan yang menjauhkan dari kebuntuan-kebuntuan hati dalam berserah diri. Jalan yang di alasnya terbbuat dari serat-serat ukhuwah yang kokoh. Jalan yang berliku namun mantab menuju-Mu. Jalan yang selalu terang karna bersama berjuang dengan orang-orang yang kau ridloi, dalam lingkup dan lingkar orang-orang yang shalih.

Tunjukilah kami ke jalan yang lurus

Jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka

Bukan (jalan) mereka yang dimurkai

Dan bukan pula jalan mereka yang sesat

Sepenggal tafsir surah Al-Fatihah yang senantiasa menjaga bara semangat dalam diri tetap terjaga. Semoga tetap mengawal diri untuk istiqomah di jalan yang “sedang” tersesat ini. Bersyukur jalanku telah dibelokkan olehNya pada kebenaran, dituntun menuju peningkatan kualitas diri.

Obat hati, memang ada lima perkaranya, tapi yang terakhir berkumpullah dengan orang-orang shalih.

Syair penutup yang memang begitu adanya. Alhamdulillah, engkau perindah langkahku, dipertemukan dengan sosok-sosok yang membesarkan hati untuk tetap istiqomah.

Musholla Antah berantah,

di rinai hujan senja tadi

Advertisements