Dunia oh Dunia

Standard

Malik bin Dinar suatu hari berkata, “Seberapa besar sedihmu karena dunia? Maka sebesar itu hasratmu pada akhirat hilang dari dirimu. Seberapa besar sedihmu karena akhirat? Maka sebesar itu pula hasratmu pada dunia akan menguap sirna”.

Sepenggal kalimat penuh makna. Seakan mengingatkan kembali esensi kita hidup di dunia. Sejatinya, setiap manusia adalah khalifah di muka bumi. Namun, apa yang terjadi? Justru ada yang mengingkari. Bahkan, seringkali niat yang dilafadzkan bukan lillahita’ala. Sehingga, akhirat pun dinomor duakan. Alasannya sederhana, karena kita merasa masih muda. Kata pepatah, Muda foya-foya, Tua kaya raya dan Mati masuk surga. Surga siapa? nenek lo?

bunga8Hmm, ibarat biji yang telah mengalami morfogenesis hingga berkecambah dan kotiledon sebagai sumber nutrisi awalnya telah hilang, pemuda adalah perwujudan kuncup yang telah disemai. Untuk tumbuh menjadi tanaman seutuhnya tak lagi mengasup dari nutrisi kotiledonnya. Namun, banyak faktor yang menentukan, baik internal maupun eksternal. Nah disinilah kekompleks-an fase pendewasaan dimulai.

Kehidupan Dunia memang menawarkan banyak candu hingga fatamorgana. Tak ayal bagi yang silau akan gemerlap yang di tawarkan, akan mudah sekali mengalir mengikuti arus yang ada. Jika kita tidak disibukkan dengan kebaikan, maka kita disibukkan oleh keburukan.

Namun bagaimana caranya? Sementara, hidup di dunia ini pun juga dijejali dengan sederet kesibukan. Tak ayal menimbulkan rentetan kerepotan di sana sini. Sebut saja aktivitas perkuliahan yang padat. Jadwal kuliah dari pagi hingga malam, pagi lagi dan pulang malam lagi. Sibuk praktikum di sana sini. Sibuk urusan akademik dan kemahasiswaan yang membingungkan. Berjuang mati-matian belajar untuk ujian. Berdarah-darah dalam menyukseskan event kampus yang menyimbolkan ke-aktivis-an kita. Sibuk menyusun proposal atau laporan di depan laptop hingga larut malam. Kau ingat? Allah memerintahkan kita untuk sholat malam, bukan begadang malam.

Nah, dimulai dari hal-hal kecil itulah perlahan menyeret kita lupa akan tujuan awal hidup di dunia. Seakan terlena dan tak peduli pada kehidupan setelah di dunia. Bukankah sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa di dunia hanya mampir minum saja?

“Tidak Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (Tafsir QS. Adz –Dzariyat: 56 )

Jika demikian faktanya, Bagaimana dengan kabar tilawahmu? bagaimana sholat lima waktumu? lantas, apa dhuha-mu masih kau sempatkan untuk bermunajat? sepertiga malam-mu gimana? apa juga kau bela-belakan mengambil air wudhu?

Sungguh ironis memang. Kita bisa berlama-lama facebook-an, mengerjakan revisian, berlama-lama ngobrol dengan teman atau sekedar jalan-jalan di perbelanjaan. Tapi apa tidak malu? ketika Sholat, ingin cepat-cepat takhiyat akhir. Waktu dhuha, hanya kuat 2 rakaat saja. Bahkan saat tilawah, terkadang satu minggu baru dapat satu muka. Nasib sama pada tahajud pula, tak ingin bangun karena air dan udara dingin.

rukunpemuda

Sebuah refleksi diri untuk terus saling mengingatkan, berbagi dan memperbaiki diri. Fokus dan perbaiki niat hanya karena-Nya, niatkan segala bentuk aktifitas positif untuk ibadah. Perkuat iman, perkaya hati dengan keikhlasan yang murni hanya mengharap ridoNya. Sempurnakan niat dengan semangat yang utuh. Hingga kita petik buah dari amal-amal yang kita lakukan di akhirat kelak.

sumber gambar Rukun Pemuda : ademuhammadr.blogspot.com

 

 

Advertisements

La Tahzan #3 : Move On ?? Hajarr gan !!

Standard

move onKawan, masa lalu seseorang memang beragam. Ada yang biru, putih, hitam bahkan abu-abu. Ibarat kaca sepion, masa lalu itu akan selalu terlihat jika kita hanya  terdiam dan tak mau beranjak dari tempat yang sekarang. Namun cobalah, jalankan kendaraanmu perlahan lurus kedepan. Kau sadar? perlahan pula masa lalu itu tertinggal dan hanya termakan gelap. Tak ada bekas, dan tak perlu pula untuk disingkap lagi.

Begitulah kehidupan, bergegaslah untuk tetap kedepan, biarkan masa-masa suram, sepi, atau bahkan menyesakkan itu tertinggal berteman kesunyian. Tak ada gading yang tak retak, semua orang pastilah memiliki dan menyimpan masa-masa kelamnya. Masa dimana diri ini jauh dari nikmatnya iman, islam dan ihsan.  Masa dimana kemaksiatan lebih dekat daripada kebaikan-kebaikan. Masa dimana disibukkan aktivitas yang penuh kepentingan keduniawian. Tilawah jarang, Sholat pun harus di ingatkan.

Belajar dari pengalaman memang guru terbaik, tapi bukan berarti harus bergelayut dalam kesedihan dan menjadikan masa lalu sebagi momok yang menakutkan. Jika perasaan seperti itu muncul, justru akan menghalangi jalan kita untuk move on. Bisa jadi, akan takut mengambil resiko jika dihadapkan dalam suatu permasalahan yang rumit. Kenapa? Karena kita akan banyak berpikir dan tak mau jatuh di lubang yang sama. Percayalah, seorang pemimpin yang baik adalah yang berani mengambil resiko, berani memutuskan dan mengambil langkah. Jangan jadikan masa lalu sebagai hambatan untuk menang.

Hasbunallah wani’mal wakil,

Tak ada satupun di dunia ini yang pantas digunakan sebagai pegangan atau acuan, kecuali Dia. Karena masa lalu kita yang kelabu, juga merupakan skenario indah dari-Nya untuk menambah citarasa hidup di dunia. Sungguh rencana Dia begitu indah, maka sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan.

Lalu? Kenapa masih berdiam diri ? Bergegas dan palingkan wajahmu lurus ke depan, fokus dan niatkan segala jengkal langkah hanya karena Dia. Bersama, berangkulan saling menguatkan, mengingatkan dan berlomba-lomba dalam kebaikan.

Rasulullah saw. bersabda: “Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.” (Shahih Muslim No.4832)

Tak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri.

Bertindaklah rendah hati, tapi bukan rendah diri

Harus Percaya diri, bukan arrogansi

Hanya pada-Nyalah kita kembali

3606580_20130224052842

La Tahzan #2 : Sambutlah Kemenangan. Bukan Kesedihan.

Standard

7936062886_7020266061
Dik, Ada kalanya usaha yangdilakukan dan terlampau sangat menggebu serasa hilang seperti berlalu tak ada sisa yang bisa di temu. Ada kalanya juga, ikhtiar yang sudah dilakukan seperti tiupan abu yang terasa hambar berhamburan tak bermakna. Lalu, kerja keras kita itu hanya tersisa dalam memoar hati yang seakan menyesali. Usaha tanpa doa apa ada energinya? Justru keduanya saling menguatkan di semua lini. Ibarat menggambar sebuah bujur sangkar. Kita lengah dan tak teliti di salah satu sudut nya saja, bisa jadi bukan empat sudut 90 derajat yang terbentuk justru akan melenceng hingga malah membuahkan trapesium atau bahkan jajar genjang sekalipun. Tapi kau ingat Dik? Hitunglah jumlah keempat sudut dari 3 bangun tersebut. Bujur sangkar yang kita harapkan muncul dalam goresan, hingga kemunculan jajar genjang atau trapesium itu. Semuanya 360 derajat. Iya kan?

Itulah perwujudan usaha dan doa Dik. Tak tentu. Selalu saja ada berbagai tantangannya. Sekalinya telah kita konsep matang dalam pikiran, bisa jadi bentuk dan hasil akhirnya akan jauh berbeda. Nah, dari sinilah awal mula pergolakan dimulai. Ketika hati telah menentukan sebuah ekspektasi yang tinggi, disaat itulah kita harus menjaga diri. Kita hanyalah manusia yang tak sesempurna makhluk Allah yang lainnya. Ketika patokan ekspektasi yang terbangun mulai merasuki hati dan pikiran, tentu akan banyak harapan-harapan yang kita patokkan. Tapi ingatlah Dik, ada Sang Penentu yang lebih jitu dari rencana yang manusia bisa rencakan. Dialah yang berhak memberikan atas nikmat, musibah, atau kesengaraan.

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi (pengetahuan atau kekuasaan) Allah meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS : Al-Baqarah : 255).

Benarlah jika kita ini hanya berencana Dik, dan yang mengetok palu sebagai hakim kita adalah Dia. Dia yang pandai membolak-balikkan hati hambanya, Ia juga yang mengetahui segala apa yang ada di hati dan di pikiran manusia. Segala yang ada di bumi atau di langit. Maka berhati-hatilah dalam mematok sebuah penilaian terhadap usaha kita. Karena yang berhak menilai dan mengganjar buah ikhtiar perjuangan manusia hanyalah Allah semata.

Terkadang, ekspektasi yang berlebihan justru menghantarkan pada perasaan yang selalu mengharapkan kemenangan, sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang membanggakan atau bahkan mengantar pada fantasi-fantasi semu yang melenakan. Hati-hati lah Dik, bukankah yang begitu dekat dengan kesombongan?
Allah telah menakar rejeki setiap hambanya, Ia lah yang Maha Adil seadil-adilnya. Ia juga yang mengerti dan paham akan nasib terbaik suatu hambanya.

Dik, ketika buah ikhtiarmu diganjar sebuah kemenangan, maka nikmatilah. Bersyukurlah atas doa yang telah di ijabah Nya. Namun jika kekalahan yang kau reguk dari usahamu, maka bersabarlah. Bisa jadi yang kita anggap baik bukanlah yang terbaik di mata Allah. Jangan meratapi kekalahan hanya dengan penyesalan. Justru berdirilah dan berbangga dirilah. Karena insyaAllah perjuangan dengan tabuh genderang baru di mulai. Kekalahan yang mengantarkan pada sebuah kekecewaan mendalam, justru sudah pernah kita rasakan. Sebuah pelajaran berharga yang disebutnya pengalaman.

Tak akan ada kemenangan jika tak ada yang kalah. Perjuangan dari bawah ke atas, jutru akan semakin mengokohkan semangat. Kencangkanlah kembali ikat tali di kepala, Kuatkanlah lagi sabuk perjuangan kita. Tegapkan lagi dada kita. Jangan kau tundukkan kepala seraya bergelayut dalam duka.

Jangan pula menuntut mengajukan banding kepadaNya karena kau menyangka jika buah usahamu sia-sia.
Bukan itu Dik ! Sebuah pencapaian yang luar biasa adalah manakala kau bisa berkompetisi bersama para pemenang itu.

Tabuhlah lagi genderang perangmu sekuat-kuatnya. Satu pintu kegagalanmu sudah tertutup. Pintu-pintu kemenangan yang lain justru terbuka dan mengajakmu berpaling dari keputus asaan.

Ingatlaaahhh . . . . .
“(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu” (Tafsir QS. Al Hadiid 23)

semangat

Alloh, peluk aku..

Standard

menemukan tempat yang tepat untuk melepas penat dan sekedar menghampiri sepi sebentar. alunan itu terdengar indah, dibarengi riak-riak air yang kian menenangkan batin yang tengah bergejolak. seiring mengantarkan sejenak pada keteduhan, merasakan bebasnya terapung-apung kesana kemari sesekali terhempas gelombang longitudinal angin yang rapi. Ku merasakan sepi, menghampiri sepi, maafkan untuk janji dan tanggung jawab yang sebentar kutinggalkan. Berharap sepi menjadi teman terbaik untuk saat ini. Tak ada hal terindah dikala gundah hanya kepadaMu ya Rabb,

Diary Kehidupan

Seperti rajutan yg kembali terurai. Memulai dari nol. Kembali tertatih. Ah ini hanya tamparan ringan. Ku hanya memerlukan belaianNya saja seraya memohon ampun kepadaNya..
Astaghfirullohal’adzim, Ampuni hamba Ya Alloh…

Agaknya butuh waktu untuk menerima kenyataan. Waktu. Memang sungguh vital sekali. Ia yang mempersilahkan luka, tapi ia juga yang memberi kesempatan untuk mengobati.

Aku hanya ingin memiliki milikku saja, bukan merebut miliknya. Tapi sayang, aku pun tak tau yang mana milikku, dimana dia, dan seperti apa. Untuk saat ini sungguh ingin terlabuhkan. Dan selanjutnya akan aku warnai kanvas ini dengannya..

Alloh,peluk aku…

View original post

Selayang Pandang, Ibu

Standard

Ibu,
Selayang pandang cukup menggambarkan
Rona yang masam hingga pasi yang tak bisa disembunyikan
Ada apa gerangan?
Ku kernyitkan dahi hingga melekuk kedalam
Tapi tak kunjung ku temukan jawaban
Dari kekhawatiran
Yang mulai menjadi momok menakutkan
Ibu,
Kau baik-baik saja kan?
Anganku tak tenang
Manakala harus ikut menyaksikan
Engkau menahan rintihan kesakitan
Ah, bukan sakit yang kau rasakan kan?
Ibu,
Lekukan di wajahmu tak bisa kau gunakan tuk membuat kami tenang dan diam
Kau sosok yang menguatkan
Kala Dia mengujimu pun kau tetap suguhkan senyuman
Berusaha tetap menguatkan
Untuk Kami yang selalu bermunajat demi sebuah kesembuhan
Ibu,
Air mata kami tak tertahan
Seraya hujan yang menumbangkan dahan-dahan
Tertunduk dan hanya pasrah yang dilakuakan
Kami yakin engkau tengah diberi cobaan
Yang kan menggugurkan dosa keduniaan
Ibu,
Sampaikanlah apa yang kau inginkan
Kami selalu sigap untuk menyediakan
Hingga akhirnya rahmatNya datang mengantarkan kesembuhan
Segala doa yang kami panjatkan, murni dan tulus untuk menjadikan sebuah harapan
Ibu,
Jangan kau tahan air matamu untuk membuat kami tenang
Kami paham engkau tengah menahan
Sampaikanlah Bu,
Ucapkanlah,
Hingga kami bantu menopang segala keluh kesah dan perih yang kau rasakan.


اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ اْلبَأْسَ، اِشْفِ ….. وَأَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ
يُغَادِرُ سَقَمًا

Allahumma robbannaasi adzhibilba’sa, isyfi (ibu) wa antasy-syaafii, laa syifaa-a illaa syifaauka, syifaa-an laa yughoodiru saqoman.

Ya Allah, Penguasa seluruh manusia, hilangkan penyakit ini, sembuhkanlah (ibu kami) Engkaulah yang menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, sembuhkanlah dengan kesembuhan sempurna tanpa meninggalkan rasa sakit.

19 April 2013
Ph, sebuah titik pengharapan untuk Ibu tersayang 🙂

Kue Lumpur : Camilan Sehat Pemenuh Kalori

Standard
Kue Lumpur coklat

Kue Lumpur coklat

Kue Lumpur? namanya sedikit aneh memang, namun ketika sudah mencicipi rasanya dijamin akan mau lagi dan mau lagi. Oya Kakak, masak ternyata menjadi Hobbi  yang mengasyikkan dan sangat bermanfaat. Terlebih bagi para Wanita yang kelak akan menjadi Ibu dari anak-anak kita. Kita harus tahu kebutuhan akan nutrisi si Kecil dan Kecukupan karbohidrat, protein, lemak hingga vitamin bagi tumbuh kembang si Kecil. Nah, dengan masak sendiri (home made) bahannya pun bisa terawasi dan meminimalisir dari bahan-bahan sintetis yan berbahaya, seperti pewarna Rhodamin B pada jajanan adik-adik kita hingga penggunaan Boraks dan senyawa kimia yang menurunkan nilai gizi dari makanan yang dimakan.

Berikut ini saya berikan satu resep kue lumpur yang sangat sederhana dalam pembuatannya dan tidak memerlukan alat-alat yang beranekaragam. Walaupun sederhana namun cukup memberikan kalori yang besar bagi kecukupan energi tubuh dan terpenuhi unsur Karbohidrat, Protein, lemak hingga Vitaminnya.

RESEP KUE LUMPUR

Kue lumpur buatan sendiri

Kue lumpur buatan sendiri

200 ml santan kental

200 ml air pandan suji
3 lbr daun jeruk purut
1/2sdt garam
2 btr telur
150 gr kentang kukus haluskan
120 gr tepung terigu
120 gr gula pasir

Cara membuat:
♥ Campur santan dan air pandan suji, aduk rata sisihkan.
♥ Kocok telur dan gula hingga mengembang, masukkan kentang halus, aduk rata. Tuangi air santan hijau secara bertahap sambil diaduk rata.
♥ Panaskan cetakan kue lumpur, tuang adonan ¾ penuh. Tutup. Biarkan setengah matang, hias dengan kismis.
♥ Tutup lagi masak sampai matang. Angkat.

Nah dari bahan-bahan tadi, kue ini jelas banyak mengandung kalori bagi tubuh, diantaranya :

  1. Karbohidrat. Bahan utama yang berupa Kentang, menjadi sumber karbohidrat utama kurang lebih 110 kalori per porsi, mengandung kalium lebih (620 gram) dari pisang, dan tidak mengandung sodium, lemak atau kolesterol, sehingga baik untuk kesehatan dan penting untuk menjadikannya makanan diet harian Anda. Nah, gula pasir juga bisa digunakan sebagai sumber tenaga. Biasanya glukosa dalam tubuh akan diabsorpsi untuk di ubah menjadi energi melalui Glikolisis, atau diubah dalam bentuk glikogen melalui proses Glikonegenesis. Nah, bisa mengurangi makan Nasi putih kan?
  2. Protein. Tepung dengan protein sedang menjadi salah satu sumber protein nabati, dan diperlengkap dengan protein hewani dari telur yang kaya akan albumin, hati-hati untuk yang Basofilnya sensitif terhadap protein albumin, bisa alergi Bunda.
  3. Lemak. Lemak berasal dari santan kelapa. Didalam santan kelapa mengandung lemak jenuh yang sebenarnya akan lebih baik konsumsi lemak tidak jenuh. Lemak jenuh memiliki rantai hidrokarbon dengan banyak ikatan rangkap sehingga sulit dipecah didalam tubuh untuk menjadi asam lemak dan gliserol sebagai sumber tenaga, sehingga akan tertimbun dalam tubuh jika berlebihan, namun santan yang dipakai dalam kue lumpur ini encer dan sedikit saja kok Bunda.
  4. Vitamin. Ternyata dari kentang juga terkandung dan menyediakan hampir setengah dari nilai harian vitamin C (45 persen). Vitamin C merupakan vitamin larut dalam air dan berperan dalam kesehatan kulit, mencegah sariawan, dan degeneratif kulit lainnya.

Memasak bukan hanya tugas para kaum Hawa saja, para Laki-laki atau Ayah pun bisa lo. Dengan bahan yang simple dan alat seadanya, sudah bisa menghidangkan sajian lezat dan yang terpenting memiliki gizi yang cukup untuk variasi menu setiap hari.

Selamat mencoba di rumah 🙂

Wahai kaum muslimin, mengapa kalian bersedih? Bukankah wanita yangberdiri atas dua kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api, maka diharamkan muka dan tangannya dari panas api neraka?

tweet me : @ssludiana

 

La Tahzan : Belajar dari Sang Mentari

Standard

mentari tak sepenuhnya berlari

bahkan masih menyentuh nadi-nadi sanubari

menghujam runcingnya duri

atau bahkan menggeliat disela jerami

Ia tak pernah peduli

apakah pandai, cantik, kaya atau penguasa yang disinari

seakan penuh kerelaan diri

menajamkan surya tuk menerangi

Ia sungguh percaya diri

penuh komitmen dikala pagi

dan konsekuen tuk rela terganti

temaram padam pun tetap kau suguhkan lazuardi

rona keemasan yang takkan terlewati

kala t’lah berbelah segaris pantai

namun bukan pertanda kau tlah mati

itu adalah komitmen diri tuk rela terganti

sekedar tuk bersembunyi

menyambut kilauan perak sang bintang hati

tak terasa hari tlah berganti

kau pun tak merajai lagi

ada malam yang menggelayuti

menyuguhkan pula kekuasaan diri

memang tak ada yang bisa dipungkiri

bahwa kita takkan pernah bisa sendiri

saling bersinergi

membentuk sistem yang rapi

hanya kepada-Nya lah kita patut mensyukuri

segala nikmat yang tak tertandingi.

images (2)

mentari yang selalu tepat janji

Kehidupan di dunia memang menyuguhkan seluruh pelajaran bagi umat manusia. belajar dari sang Mentari, betapa bosan dirinya jika dianugerahi akal pikiran layaknya manusia yang sempurna. Seakan selalu menepati janji-janjinya. Ia tak pernah lari dari fakta dan takdir sang Illah. Meski dia merajai siang, ia tetap mampu berbagi. Ia tak egois,  ia juga tak menyombongkan diri. Kenapa? Karena kita, makhluk ciptaanNya beserta alam semesta dan seisinya hanyalah kecil di hadapan sang Khaliq. Secuil galaksi Milki Way yang sejatinya masih ada galaksi-galaksi lain yang bahkan lebih besar daya dan energinya. Matahari tak pernah mengeluh pada Tuhannya ihwal harus temaram dibalik senja.

Dalam surah Ar-rahman pun ditegaskan 31 kali tentang kebesaran sang Pencipta Jagad Raya,

ar rahman(“Fabiayyi Aalaaa irobbikumaa Tukadzdzibaan”)

Artinya: Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?

Padahal nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala yang dianugrahkan kepada kita luar biasa banyaknya, bahkan saking banyaknya, sehingga manusia tidak akan dapat menghitungnya. Sebagaimana firman Allah SWT “Dan apabila kamu sekalian menghitung nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala, maka tidaklah bisa menghitungnya.(QS. Ibrahim 34 )”

Sebuah renungan untuk meng-upgrade diri. Tak sepantasnya kita berlaku sombong bahkan membanggakan diri pada sesama. Kedudukan kita sama, hanya iman lah yang membedakan. Senantiasa merendahkan hati bukan berarti harus rendah diri. Menundukkan pandangan, memancarkan cahaya-cahaya keteduhan. sebuah refleksi diri yang semakin menjadikan diri ini belum seberapa. Mari kita renungkan, dalam setiap nanometer gelombang putih dari sang mentari seraya tunduk dan patuh pada perintahNya, seraya bertasbih dan berdzikir mengagungkan Asma-Nya. Bagaimana dengan kita kawan?

Baru dihadapkan dengan segelintir batu kerikil saja sudah terkoyah tak kenal arah. Terombang ambing seakan kita kalah, lemah dan tak berguna demi meratapi segala amarah. Masalah tak akan menjadi besar jika kita ubah menjadi kawan. Seorang yang hebat manakala ia tetap tegar dan tersenyum menangani maslah yang mendera. Masalah janan dijadikan amarah. Berkawanlah. Jadikan sebagai batu loncatan tuk menaikkan derajat kehidupan. Seseorang yang susah Move on, hanya akan selalu menganggap dirinya adalah victims atau korban. Setiap nadinya selalu merasa bahwa “aku ini dizalimi”, “aku yang salah”, “aku yang tak pantas”. Kekuatan untuk Move on berasal dari motivator terbaik, diri sendiri. Ingatlah kawan,

Masalah lah yang membesarkan kita,

perbuatlah banyak kesalahan hingga kita tahu mana yang benar,

perbuatlah banyak kegagalan karna akan membukakan pintu-pintu pemintas pada kesuksesan.

Mentadhaburi alam sangat berguna bagi para pembelajar hidup. Bagi para insan yang ingin lebih meningkatkan iman. Menguatkan fondasi akhlaq dengan aqidah yang kokoh disetiap zaman. Semangat harus tetap terbarukan kawan!! jika tak ingin hanyut dalam fatamorgana kehidupan.

Semut Kecil nan terlihat Besar

Standard
111064_foto-semut-karya-robertus-agung-sudiatmoko

kecil hanya kenampakannmu, sayang

Dik, nampaknya senyuman mu yang dulu seperti tertelan zaman. Tak lagi ku jumpai dikala kita berpapasan. Ada apa gerangan? gundah? sedang mengalami turunnya iman? atau sekedar diam tuk menutupi kekecewaan?. Tak usah berpangku dan bermuram wajah seharian hanya karena kerjaanmu tak dapatkan imbalan, atau bahkan baru gagal di tengah jalan.

Dik lihatlah, SEMUT-semut nampak gagah di ujung dahan. Angannya pun tetap menjulang ke langit BIRU di kota JOGJA ini. Ia ada bukan sekedar menjadi serangga KECIL yang hanya sibuk menari-nari di pelupuk angan. Ibarat JARUM, ia akan tetap kokoh menyulam alotnya serat jahitan. Mereka buta Dik, tapi Tak perlu KACAMATA tuk tetap terjaga dalam rapatnya barisan. Tatkala dahan itu tumbang, tak perlu waktu lama tuk bisa temukan kawanan. Sebuah kesetiaan dalam koloni yang murni, peduli dan suci seputih KERTAS satu tumpukan.

Alangkah munafiknya diri ini jika menganggap mereka lemah. Mereka paham akan MATEMATIKA kehidupan Dik, bahwa satu kawanan dengan yang lainnya berada pada kurva yang saling beririsan. Apa Kamu tahu Dik? semut tak kenal Ms.EXCEL untuk membuat suatu formula (fungsi) dalam merumuskan rapihnya barisan. Mengeluh bukanlah satu pilihan. Manakala keluhanmu itu menciptakan dinding kokoh zona aman, keluarlah Dik ! Bebaskan!.
Belajarlah dari sang Kembang, yang akan tetap merekah indah untuk menebus kegagalan mereka yang pernah gugur di kala siang. Kala ia tercecer, tak banyak yang pedulikan. Ia pun berjuang tuk menggantikan. Kumbang nan gagah mengecupmu tuk berpacu dari Kupu-kupu lain yang berkeliaran. Menyenangkan bukan?

Lantas kenapa engkau masih tetap terdiam? Pohon kelapa takkan terlihat tinggi jika tak kau daki. Bahkan matahari takkan temaram jika tak ada Bulan. Bintang pun begitu, kegelapan akan menyibak pesona keperakan. Ingat papilla lidah kan? tercipta Manis karena pahit di ujung tak diharapkan. Begitu pula perjuangan menuju sukses Dik, tak akan tercicip jika tak kita endus duluan ihwal seonggok “kegagalan”.

Tetap pupuk solidaritas dan kekompakan Dik. Jagalah agar tetap terhubung satu sama lain, ambil filosfi sang MODEM, tetap berkedip tuk menandakan bahwa kamu masih bergerak, bahwa kamu tetap menguatkan dan kamu tetap terkoneksi untuk terus membuka cakrawala perjuangan !!

Refleksi 6/3/2013 —
di Senja sunyi nan menawan —

Roadshow Character Building Goes to School Perdana, Kulon Progo (SMK 2 Pengasih)

Standard

—– Tim Pena Dedikasi Karakter (PENDEKAR) FKAPMEPI DIY —–

Minggu (10/2) Forum Kader Pengembang Moral dan Etika Pemuda Indonesia (FKAPMEPI) wilayah DIY bekerjasama dengan Balai Pemuda dan Olahraga DIY serta Keluarga Osis Kulon Progo (KOKP) sukses menggelar seminar dan training yang bertajuk character building untuk kalangan pelajar SMA/SMK/MA  se-Kulon Progo. Kegiatan berlangsung di SMK 2 Pengasih, Kulon Progo dengan mendatangkan trainer muda yang berpengalaman, R.M. Rizka Auliarahman (Mantan Presiden Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto) Yogyakarta.

485316_292296290898480_1722241532_n

peserta dan panitia CBGtS Kulon Progo, peserta dari pengurus OSIS SMA/SMK se KP yang siap dicetk menjadi virus-virus CB.

Kegiatan ini merupakan serangkaian roadshow yang akan dilaksanakan di lima kabupaten di Yogyakarta sedangkan di Kulon Progo ini merupakan roadshow yang pertama sekaligus pembukaan rangkaian tur. Acara dihadiri oleh 101 siswa dari beragam SMA/SMK/MA di Kulon Progo, diantaranya SMK 2 Pengasih, SMK Kuncup Samigaluh, SMK PGRI Sentolo, SMK 1 Pengasih, SMK Bopkri Wates, SMK 1 Temon, SMK Ma’arif 3 Wates, SMA 1 Kalibawang, SMA 1 Pengasih, SMA 1 Girimulyo, SMK Muh 2 Lendah, SMA 1 Sentolo, SMA 1 Lendah, SMA 2 Wates, SMA 1 Kalibawang, SMK Muh 1 Wates, SMA 1 Galur, SMK Bobkri Sentolo, SMA Sanjaya XIV Nanggulan, SMK Muh 2 Lendah, SMK 1 Nanggulan dan MAN 2 Wates. Masing-masing sekolah mengirimkan 6-7 orang siswa.

Dalam seminar ini turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan dan Olahraga Pelajar, Boiran, S.Pd, S.H., M.A, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kulon Progo. Di akhir sambutannya, beliau sekaligus membuka acara secara simbolis.

Pelajar adalah generasi awal sebagai pemuda yang akan menjadi tonggak perbaikan bangsa. Sejatinya, generasi muda adalah tulang punggung negara yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di era globalisasi ini generasi muda adalah aset yang potensial dan harus dijaga dari kondisi turunnya moral dan etika. Banyaknya kasus tawuran, problematika pelajar, pergaulan yang semakin tidak terkontrol dan bebas membuat pemuda Indonesia cenderung kurang mengindahkan budi pekerti, rasa saling tolong menolong dan kepekaan dengan isu-isu sosial. Hal  inilah yang ditakutkan terjadi pada generasi pelajar.

Oleh karena itu, kegiatan ini dibuat sebagai upaya pencegahan, penanggulangan serta pengurangan adanya problematika yang ada pada pelajar. Penyelenggaraan pengembangan berkesinambungan character building ini memiliki arti penting serta bernilai strategis dalam rangka penguatan karakter dan penanaman moral dalam kehidupan pelajar sebagai bekal menuju generasi muda yang gemilang untuk bangsanya.

Dimulai dari Yogyakarta sebagai langkah awal, sehingga nantinya mampu memberikan dampak ke berbagai wilayah yang ada di Indonesia, sehingga terwujudlah pelajar Indonesia bermoral dan beretika pembelajar. Program pengembangan karakter berkesinambungan ini merupakan program penanaman character building kepada pelajar dalam rangka pemenuhan muatan konsep diri, pembekalan diri secara komprehensip dari aspek-aspek kehidupan yang dilandasi nilai-nilai budaya, agama dan kebangsaan indonesia.

Rizka, panggilan akrab sang trainer, memulai materi dengan menjelaskan apa yang dimaksud dengan karakter? Rizka, mengilustrasikan seperti kura-kura, monyet, sungai dan pohon. Moyet tidak bisa disuruh bercebur kedalam sungai untuk mengambil ikan, sedangkan kura-kura pun tak bisa disuruh memanjat pohon. Begitulah ilustrasi yang Rizka lontarkan kepada peserta. Karakter itu memang sesuai dengan kepribadian masing-masing.

Peserta sangat antusias mengikuti yang disampaikan oleh trainer, terbukti berbagai pertanyaan muncul dari peserta setelah sesi tanya jawab. Disinilah inti dari seminar ini yakni menimbulkan keaktifan peserta untuk mengkritisi berbagai materi yang telah disampaikan.

Setelah materi disampaikan, peserta dbagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk melakukan analisis sosial terkait permasalahan pemuda saat ini, khususnya yang dilingkup sekolahnya. Peserta dipandu oleh co-trainer sejumlah 19 kelompok. Alasan dibagi beberapa kelompok kecil ini diungkapkan oleh ketua Panitia CB, Edwin Daru Anggara, “Saya harap para peserta setelah mengikuti character building ini bisa menularkan karakter positif kepada pelajar lain di sekolahnya, karena pembentukan karakter bagi pelajar merupkaan fondasi yang utama untuk membentuk calon pemimpin masa depan yang memiliki karakter dan etika yang baik”.

Dalam diskusi peserta dilatih berpikir kritis untuk peka terhadap permasalahan pemuda dan bisa menghasilkan suatu  action plan. Sehingga, para pelajar inilah yang akan menyebarkan virus-virus pemuda berkarakter ke pelajar lainnya. Tentu saja bisa langsung mengaplikasikan solusi yang dieproleh dari permasalahan baik di lingkungan sekolahnya maupun dirinya sendiri.

Adanya action plan yang menjadi salah satu bentuk dari agenda roadshow ini memberikan gerakan nyata untuk menyebarkan virus-virus character building kepada pelajar-pelajar Indonesia. Di akhir, hasil diskusi dipresentasikan. Kegiatan ini dirasa cukup bermanfaat dalam memberikan wawasan dalam pengembangan karakter bagi peserta, seperti yang di tuturkan salah seorang peserta Septyan dari SMA 1 Pengasih, dia berkata, “Acaranya menarik, bisa kumpul OSIS antar sekolah, jadi bisa saling sharing permaslahan-permasalahan kepemudaan di masing-masing sekolah”.

Begitu juga yang dituturkan Lola (SMA 1 Kalibawang), “Acaranya bagus, bisa berdiskusi dengan teman-teman SMA lain, lain kali waktu untuk diskusi ditambahi kak biar puas dalam bertanya-tanya, hehe”. Memang yang diharapkan para co-trainer yang memimpin diskusi di masing-masing kelompok adalah melibatkan keaktifan dan menggerakkan semangat perbaikan dan semangat menularkan virus-virus character building.

425985_2949988645997_141544870_n (1)

panitia CBGtS #1

 Hal ini ditegaskan pula oleh salah satu co-trainer dari FKAPMEPI, Titis,  “Awalnya mereka gak PeDe untuk berpendapat, jadi harus dipancing-pancing, eh ternyata antusiasme mereka besar, mereka bisa menganalisis masalah yang ada disekolahnya misalnya aja yang suka tawuran, bolos kelas, nyontek, diskriminasi anak IPA dan IPS, dan masih banyak lagi, bahkan mereka mampu kok  memberikan solusinya, yah walaupun belum terlalu solutif, namun positifnya mereka sudah peka akan hal-hal negatif itu, sehingga mereka mampu untuk membentengi dirinya agar bisa menjadi seorang pelajar yang berkarakter”.

Acara resmi di akhiri pukul 15.00 WIB oleh ketua panitia. “Character Building Goes to School ini diharapkan menjadi salah satu cara untuk membentengi diri para pelajar dari perilaku menyimpang seperti tawuran, free sex, narkoba, dsb agar kualitas diri meningkat melalui kegiatan yang positif untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya, pelopor dalam kebaikan lah, amin”, ujar Edwin sekaligus menjadi closing statement acara tersebut.

Kegiatan ini diprakarsai oleh alumni Sekolah Karakter Pemuda Indonesia tingkat Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari Yogyakarta menuju Indonesia lebih baik !