MINDER (Me-uNDErestimate diRi sendiRi) ?

Status

Alkisah, di sebuah kerajaan ternama di kota kecil yang jauh dari pusat kota, Sydbagh. Datanglah sebuah kiriman misterius yang berisi sebuah KACA. Bukan hal biasa, ada AMANAH khusus menyertai kedatangannya. Entah amanah apa yang tertulis di secarik kertas yang ikut tersegel dalam bungkusnya. Hanya sang Raja yang tau. Kejanggalan pun menyelimuti kaca bening itu.

“ku perintahkan kau Umar, angkatlah kaca ini”, kata sang Raja pada salah seorang Menterinya.”dengan segala hormat yang mulia, tapii……….. kenapa harus saya?” tanya Umar dengan nada terkejut.

Umar pun bingung, kenapa dirinya yang mendapat titah Raja itu. Dengan ragu, ia tarik ulur TANGANnya. Ia enggan memegang, lantaran takut terjadi hal yang mengancam dirinya. Keringat bercucuran, adrenalinnya terpacu hingga nadinya tampak menonjol di pergelangan tangan.

Selagi memantapkan hatinya, pikirannya melayang. Umar sadar, di kerajaan ini JABATANnya tak main-main, Kepala Menteri. Ia sadar tanggung jawabnya besar dan menjadi ujung tanduk dari anak buahnya. Tangannya pun semakin gemetaran. Dengan peluh yang masih bercucuran, ia mengangkatnya.

Pyaaarrr !! Tiba-tiba kaca tadi terjatuh dari genggamannya dan seketika pecah berkepin-keping. Untungnya, meski menjadi serpihan tajam tak ada sedikitpun LUKA di tangan Umar.

“ampuni saya tuanku..” kata Umar seketika sambil menunduk di hadapan sang Raja “saya rela engkau penggal kepalaku. Saya telah menghancurkan kaca milik Raja” tambah Umar semakin berlutut dihadapan Raja.

Raja pun tersenyum melihat tingkah Umar itu. “Umar, menyembahku dan meminta maaf padaku bukanlah SOLUSI yang benar”, kata Raja “kau sadar?? Meski aku seorang Raja yang dielu-elukan dan dihormati seluruh rakyatku, aku ini manusia biasa”

“saya merasa MINDER yang mulia. Masih banyak menteri hebat lainnya yang lebih pantas memegang kaca darimu. Saya ttidak pantas mendapat keagungan untuk mengangkatnya berlama-lama”, ucap Umar lirih.

“Aku yakin dan percaya padamu Umar. Yakinlah, engkau bisa mngangkat batu itu, engkau tiba-tiba menjatuhkannya bahkan menyebabkan kaca itu pecah, semuanya mungkin ada kehendak dari Allah juga” kata Raja

Umar sadar, kepercayaan yang telah diberikan padanya seharusnya dipergunakan untuk semakin mengokohkan niat bahwa ia “bisa” melakukan. Sadari bahwa kuasa yang menggerakkan kaki tangannya adalah Allah.

Persepsi diri yang menganggap tidak bisa dan tidak mungkin harus dihilangkan. Jadikan bahan bakar untuk mengubah persepsi meng-underestimate diri sendiri menjadi kekuatan pemenang berkeyakinan tinggi.

11.03.2014

#‎SS

 

 

karya fiksi hasil rangkaian kata dari  AMANAH  TERKENAL  TANGAN  MINDER  KACA  JABATAN  LUKA  SOLUSI

Advertisements

3 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s