La Tahzan #3 : Move On ?? Hajarr gan !!

Standard

move onKawan, masa lalu seseorang memang beragam. Ada yang biru, putih, hitam bahkan abu-abu. Ibarat kaca sepion, masa lalu itu akan selalu terlihat jika kita hanya  terdiam dan tak mau beranjak dari tempat yang sekarang. Namun cobalah, jalankan kendaraanmu perlahan lurus kedepan. Kau sadar? perlahan pula masa lalu itu tertinggal dan hanya termakan gelap. Tak ada bekas, dan tak perlu pula untuk disingkap lagi.

Begitulah kehidupan, bergegaslah untuk tetap kedepan, biarkan masa-masa suram, sepi, atau bahkan menyesakkan itu tertinggal berteman kesunyian. Tak ada gading yang tak retak, semua orang pastilah memiliki dan menyimpan masa-masa kelamnya. Masa dimana diri ini jauh dari nikmatnya iman, islam dan ihsan.  Masa dimana kemaksiatan lebih dekat daripada kebaikan-kebaikan. Masa dimana disibukkan aktivitas yang penuh kepentingan keduniawian. Tilawah jarang, Sholat pun harus di ingatkan.

Belajar dari pengalaman memang guru terbaik, tapi bukan berarti harus bergelayut dalam kesedihan dan menjadikan masa lalu sebagi momok yang menakutkan. Jika perasaan seperti itu muncul, justru akan menghalangi jalan kita untuk move on. Bisa jadi, akan takut mengambil resiko jika dihadapkan dalam suatu permasalahan yang rumit. Kenapa? Karena kita akan banyak berpikir dan tak mau jatuh di lubang yang sama. Percayalah, seorang pemimpin yang baik adalah yang berani mengambil resiko, berani memutuskan dan mengambil langkah. Jangan jadikan masa lalu sebagai hambatan untuk menang.

Hasbunallah wani’mal wakil,

Tak ada satupun di dunia ini yang pantas digunakan sebagai pegangan atau acuan, kecuali Dia. Karena masa lalu kita yang kelabu, juga merupakan skenario indah dari-Nya untuk menambah citarasa hidup di dunia. Sungguh rencana Dia begitu indah, maka sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan.

Lalu? Kenapa masih berdiam diri ? Bergegas dan palingkan wajahmu lurus ke depan, fokus dan niatkan segala jengkal langkah hanya karena Dia. Bersama, berangkulan saling menguatkan, mengingatkan dan berlomba-lomba dalam kebaikan.

Rasulullah saw. bersabda: “Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.” (Shahih Muslim No.4832)

Tak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri.

Bertindaklah rendah hati, tapi bukan rendah diri

Harus Percaya diri, bukan arrogansi

Hanya pada-Nyalah kita kembali

3606580_20130224052842

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s