La Tahzan #2 : Sambutlah Kemenangan. Bukan Kesedihan.

Standard

7936062886_7020266061
Dik, Ada kalanya usaha yangdilakukan dan terlampau sangat menggebu serasa hilang seperti berlalu tak ada sisa yang bisa di temu. Ada kalanya juga, ikhtiar yang sudah dilakukan seperti tiupan abu yang terasa hambar berhamburan tak bermakna. Lalu, kerja keras kita itu hanya tersisa dalam memoar hati yang seakan menyesali. Usaha tanpa doa apa ada energinya? Justru keduanya saling menguatkan di semua lini. Ibarat menggambar sebuah bujur sangkar. Kita lengah dan tak teliti di salah satu sudut nya saja, bisa jadi bukan empat sudut 90 derajat yang terbentuk justru akan melenceng hingga malah membuahkan trapesium atau bahkan jajar genjang sekalipun. Tapi kau ingat Dik? Hitunglah jumlah keempat sudut dari 3 bangun tersebut. Bujur sangkar yang kita harapkan muncul dalam goresan, hingga kemunculan jajar genjang atau trapesium itu. Semuanya 360 derajat. Iya kan?

Itulah perwujudan usaha dan doa Dik. Tak tentu. Selalu saja ada berbagai tantangannya. Sekalinya telah kita konsep matang dalam pikiran, bisa jadi bentuk dan hasil akhirnya akan jauh berbeda. Nah, dari sinilah awal mula pergolakan dimulai. Ketika hati telah menentukan sebuah ekspektasi yang tinggi, disaat itulah kita harus menjaga diri. Kita hanyalah manusia yang tak sesempurna makhluk Allah yang lainnya. Ketika patokan ekspektasi yang terbangun mulai merasuki hati dan pikiran, tentu akan banyak harapan-harapan yang kita patokkan. Tapi ingatlah Dik, ada Sang Penentu yang lebih jitu dari rencana yang manusia bisa rencakan. Dialah yang berhak memberikan atas nikmat, musibah, atau kesengaraan.

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi (pengetahuan atau kekuasaan) Allah meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS : Al-Baqarah : 255).

Benarlah jika kita ini hanya berencana Dik, dan yang mengetok palu sebagai hakim kita adalah Dia. Dia yang pandai membolak-balikkan hati hambanya, Ia juga yang mengetahui segala apa yang ada di hati dan di pikiran manusia. Segala yang ada di bumi atau di langit. Maka berhati-hatilah dalam mematok sebuah penilaian terhadap usaha kita. Karena yang berhak menilai dan mengganjar buah ikhtiar perjuangan manusia hanyalah Allah semata.

Terkadang, ekspektasi yang berlebihan justru menghantarkan pada perasaan yang selalu mengharapkan kemenangan, sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang membanggakan atau bahkan mengantar pada fantasi-fantasi semu yang melenakan. Hati-hati lah Dik, bukankah yang begitu dekat dengan kesombongan?
Allah telah menakar rejeki setiap hambanya, Ia lah yang Maha Adil seadil-adilnya. Ia juga yang mengerti dan paham akan nasib terbaik suatu hambanya.

Dik, ketika buah ikhtiarmu diganjar sebuah kemenangan, maka nikmatilah. Bersyukurlah atas doa yang telah di ijabah Nya. Namun jika kekalahan yang kau reguk dari usahamu, maka bersabarlah. Bisa jadi yang kita anggap baik bukanlah yang terbaik di mata Allah. Jangan meratapi kekalahan hanya dengan penyesalan. Justru berdirilah dan berbangga dirilah. Karena insyaAllah perjuangan dengan tabuh genderang baru di mulai. Kekalahan yang mengantarkan pada sebuah kekecewaan mendalam, justru sudah pernah kita rasakan. Sebuah pelajaran berharga yang disebutnya pengalaman.

Tak akan ada kemenangan jika tak ada yang kalah. Perjuangan dari bawah ke atas, jutru akan semakin mengokohkan semangat. Kencangkanlah kembali ikat tali di kepala, Kuatkanlah lagi sabuk perjuangan kita. Tegapkan lagi dada kita. Jangan kau tundukkan kepala seraya bergelayut dalam duka.

Jangan pula menuntut mengajukan banding kepadaNya karena kau menyangka jika buah usahamu sia-sia.
Bukan itu Dik ! Sebuah pencapaian yang luar biasa adalah manakala kau bisa berkompetisi bersama para pemenang itu.

Tabuhlah lagi genderang perangmu sekuat-kuatnya. Satu pintu kegagalanmu sudah tertutup. Pintu-pintu kemenangan yang lain justru terbuka dan mengajakmu berpaling dari keputus asaan.

Ingatlaaahhh . . . . .
“(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu” (Tafsir QS. Al Hadiid 23)

semangat

Advertisements

7 responses »

  1. waaaahh,., inspiratif2 dek ludd,., semangatt mestakung (semesta mendukung),., ketika ada tekadd inshaaa Allah semesta mendukung 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s