Alloh, peluk aku..

Standard

menemukan tempat yang tepat untuk melepas penat dan sekedar menghampiri sepi sebentar. alunan itu terdengar indah, dibarengi riak-riak air yang kian menenangkan batin yang tengah bergejolak. seiring mengantarkan sejenak pada keteduhan, merasakan bebasnya terapung-apung kesana kemari sesekali terhempas gelombang longitudinal angin yang rapi. Ku merasakan sepi, menghampiri sepi, maafkan untuk janji dan tanggung jawab yang sebentar kutinggalkan. Berharap sepi menjadi teman terbaik untuk saat ini. Tak ada hal terindah dikala gundah hanya kepadaMu ya Rabb,

Diary Kehidupan

Seperti rajutan yg kembali terurai. Memulai dari nol. Kembali tertatih. Ah ini hanya tamparan ringan. Ku hanya memerlukan belaianNya saja seraya memohon ampun kepadaNya..
Astaghfirullohal’adzim, Ampuni hamba Ya Alloh…

Agaknya butuh waktu untuk menerima kenyataan. Waktu. Memang sungguh vital sekali. Ia yang mempersilahkan luka, tapi ia juga yang memberi kesempatan untuk mengobati.

Aku hanya ingin memiliki milikku saja, bukan merebut miliknya. Tapi sayang, aku pun tak tau yang mana milikku, dimana dia, dan seperti apa. Untuk saat ini sungguh ingin terlabuhkan. Dan selanjutnya akan aku warnai kanvas ini dengannya..

Alloh,peluk aku…

View original post

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s