La Tahzan : Belajar dari Sang Mentari

Standard

mentari tak sepenuhnya berlari

bahkan masih menyentuh nadi-nadi sanubari

menghujam runcingnya duri

atau bahkan menggeliat disela jerami

Ia tak pernah peduli

apakah pandai, cantik, kaya atau penguasa yang disinari

seakan penuh kerelaan diri

menajamkan surya tuk menerangi

Ia sungguh percaya diri

penuh komitmen dikala pagi

dan konsekuen tuk rela terganti

temaram padam pun tetap kau suguhkan lazuardi

rona keemasan yang takkan terlewati

kala t’lah berbelah segaris pantai

namun bukan pertanda kau tlah mati

itu adalah komitmen diri tuk rela terganti

sekedar tuk bersembunyi

menyambut kilauan perak sang bintang hati

tak terasa hari tlah berganti

kau pun tak merajai lagi

ada malam yang menggelayuti

menyuguhkan pula kekuasaan diri

memang tak ada yang bisa dipungkiri

bahwa kita takkan pernah bisa sendiri

saling bersinergi

membentuk sistem yang rapi

hanya kepada-Nya lah kita patut mensyukuri

segala nikmat yang tak tertandingi.

images (2)

mentari yang selalu tepat janji

Kehidupan di dunia memang menyuguhkan seluruh pelajaran bagi umat manusia. belajar dari sang Mentari, betapa bosan dirinya jika dianugerahi akal pikiran layaknya manusia yang sempurna. Seakan selalu menepati janji-janjinya. Ia tak pernah lari dari fakta dan takdir sang Illah. Meski dia merajai siang, ia tetap mampu berbagi. Ia tak egois,  ia juga tak menyombongkan diri. Kenapa? Karena kita, makhluk ciptaanNya beserta alam semesta dan seisinya hanyalah kecil di hadapan sang Khaliq. Secuil galaksi Milki Way yang sejatinya masih ada galaksi-galaksi lain yang bahkan lebih besar daya dan energinya. Matahari tak pernah mengeluh pada Tuhannya ihwal harus temaram dibalik senja.

Dalam surah Ar-rahman pun ditegaskan 31 kali tentang kebesaran sang Pencipta Jagad Raya,

ar rahman(“Fabiayyi Aalaaa irobbikumaa Tukadzdzibaan”)

Artinya: Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?

Padahal nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala yang dianugrahkan kepada kita luar biasa banyaknya, bahkan saking banyaknya, sehingga manusia tidak akan dapat menghitungnya. Sebagaimana firman Allah SWT “Dan apabila kamu sekalian menghitung nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala, maka tidaklah bisa menghitungnya.(QS. Ibrahim 34 )”

Sebuah renungan untuk meng-upgrade diri. Tak sepantasnya kita berlaku sombong bahkan membanggakan diri pada sesama. Kedudukan kita sama, hanya iman lah yang membedakan. Senantiasa merendahkan hati bukan berarti harus rendah diri. Menundukkan pandangan, memancarkan cahaya-cahaya keteduhan. sebuah refleksi diri yang semakin menjadikan diri ini belum seberapa. Mari kita renungkan, dalam setiap nanometer gelombang putih dari sang mentari seraya tunduk dan patuh pada perintahNya, seraya bertasbih dan berdzikir mengagungkan Asma-Nya. Bagaimana dengan kita kawan?

Baru dihadapkan dengan segelintir batu kerikil saja sudah terkoyah tak kenal arah. Terombang ambing seakan kita kalah, lemah dan tak berguna demi meratapi segala amarah. Masalah tak akan menjadi besar jika kita ubah menjadi kawan. Seorang yang hebat manakala ia tetap tegar dan tersenyum menangani maslah yang mendera. Masalah janan dijadikan amarah. Berkawanlah. Jadikan sebagai batu loncatan tuk menaikkan derajat kehidupan. Seseorang yang susah Move on, hanya akan selalu menganggap dirinya adalah victims atau korban. Setiap nadinya selalu merasa bahwa “aku ini dizalimi”, “aku yang salah”, “aku yang tak pantas”. Kekuatan untuk Move on berasal dari motivator terbaik, diri sendiri. Ingatlah kawan,

Masalah lah yang membesarkan kita,

perbuatlah banyak kesalahan hingga kita tahu mana yang benar,

perbuatlah banyak kegagalan karna akan membukakan pintu-pintu pemintas pada kesuksesan.

Mentadhaburi alam sangat berguna bagi para pembelajar hidup. Bagi para insan yang ingin lebih meningkatkan iman. Menguatkan fondasi akhlaq dengan aqidah yang kokoh disetiap zaman. Semangat harus tetap terbarukan kawan!! jika tak ingin hanyut dalam fatamorgana kehidupan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s