Roadshow Character Building Goes to School Perdana, Kulon Progo (SMK 2 Pengasih)

Standard

—– Tim Pena Dedikasi Karakter (PENDEKAR) FKAPMEPI DIY —–

Minggu (10/2) Forum Kader Pengembang Moral dan Etika Pemuda Indonesia (FKAPMEPI) wilayah DIY bekerjasama dengan Balai Pemuda dan Olahraga DIY serta Keluarga Osis Kulon Progo (KOKP) sukses menggelar seminar dan training yang bertajuk character building untuk kalangan pelajar SMA/SMK/MA  se-Kulon Progo. Kegiatan berlangsung di SMK 2 Pengasih, Kulon Progo dengan mendatangkan trainer muda yang berpengalaman, R.M. Rizka Auliarahman (Mantan Presiden Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto) Yogyakarta.

485316_292296290898480_1722241532_n

peserta dan panitia CBGtS Kulon Progo, peserta dari pengurus OSIS SMA/SMK se KP yang siap dicetk menjadi virus-virus CB.

Kegiatan ini merupakan serangkaian roadshow yang akan dilaksanakan di lima kabupaten di Yogyakarta sedangkan di Kulon Progo ini merupakan roadshow yang pertama sekaligus pembukaan rangkaian tur. Acara dihadiri oleh 101 siswa dari beragam SMA/SMK/MA di Kulon Progo, diantaranya SMK 2 Pengasih, SMK Kuncup Samigaluh, SMK PGRI Sentolo, SMK 1 Pengasih, SMK Bopkri Wates, SMK 1 Temon, SMK Ma’arif 3 Wates, SMA 1 Kalibawang, SMA 1 Pengasih, SMA 1 Girimulyo, SMK Muh 2 Lendah, SMA 1 Sentolo, SMA 1 Lendah, SMA 2 Wates, SMA 1 Kalibawang, SMK Muh 1 Wates, SMA 1 Galur, SMK Bobkri Sentolo, SMA Sanjaya XIV Nanggulan, SMK Muh 2 Lendah, SMK 1 Nanggulan dan MAN 2 Wates. Masing-masing sekolah mengirimkan 6-7 orang siswa.

Dalam seminar ini turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan dan Olahraga Pelajar, Boiran, S.Pd, S.H., M.A, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kulon Progo. Di akhir sambutannya, beliau sekaligus membuka acara secara simbolis.

Pelajar adalah generasi awal sebagai pemuda yang akan menjadi tonggak perbaikan bangsa. Sejatinya, generasi muda adalah tulang punggung negara yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di era globalisasi ini generasi muda adalah aset yang potensial dan harus dijaga dari kondisi turunnya moral dan etika. Banyaknya kasus tawuran, problematika pelajar, pergaulan yang semakin tidak terkontrol dan bebas membuat pemuda Indonesia cenderung kurang mengindahkan budi pekerti, rasa saling tolong menolong dan kepekaan dengan isu-isu sosial. Hal  inilah yang ditakutkan terjadi pada generasi pelajar.

Oleh karena itu, kegiatan ini dibuat sebagai upaya pencegahan, penanggulangan serta pengurangan adanya problematika yang ada pada pelajar. Penyelenggaraan pengembangan berkesinambungan character building ini memiliki arti penting serta bernilai strategis dalam rangka penguatan karakter dan penanaman moral dalam kehidupan pelajar sebagai bekal menuju generasi muda yang gemilang untuk bangsanya.

Dimulai dari Yogyakarta sebagai langkah awal, sehingga nantinya mampu memberikan dampak ke berbagai wilayah yang ada di Indonesia, sehingga terwujudlah pelajar Indonesia bermoral dan beretika pembelajar. Program pengembangan karakter berkesinambungan ini merupakan program penanaman character building kepada pelajar dalam rangka pemenuhan muatan konsep diri, pembekalan diri secara komprehensip dari aspek-aspek kehidupan yang dilandasi nilai-nilai budaya, agama dan kebangsaan indonesia.

Rizka, panggilan akrab sang trainer, memulai materi dengan menjelaskan apa yang dimaksud dengan karakter? Rizka, mengilustrasikan seperti kura-kura, monyet, sungai dan pohon. Moyet tidak bisa disuruh bercebur kedalam sungai untuk mengambil ikan, sedangkan kura-kura pun tak bisa disuruh memanjat pohon. Begitulah ilustrasi yang Rizka lontarkan kepada peserta. Karakter itu memang sesuai dengan kepribadian masing-masing.

Peserta sangat antusias mengikuti yang disampaikan oleh trainer, terbukti berbagai pertanyaan muncul dari peserta setelah sesi tanya jawab. Disinilah inti dari seminar ini yakni menimbulkan keaktifan peserta untuk mengkritisi berbagai materi yang telah disampaikan.

Setelah materi disampaikan, peserta dbagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk melakukan analisis sosial terkait permasalahan pemuda saat ini, khususnya yang dilingkup sekolahnya. Peserta dipandu oleh co-trainer sejumlah 19 kelompok. Alasan dibagi beberapa kelompok kecil ini diungkapkan oleh ketua Panitia CB, Edwin Daru Anggara, “Saya harap para peserta setelah mengikuti character building ini bisa menularkan karakter positif kepada pelajar lain di sekolahnya, karena pembentukan karakter bagi pelajar merupkaan fondasi yang utama untuk membentuk calon pemimpin masa depan yang memiliki karakter dan etika yang baik”.

Dalam diskusi peserta dilatih berpikir kritis untuk peka terhadap permasalahan pemuda dan bisa menghasilkan suatu  action plan. Sehingga, para pelajar inilah yang akan menyebarkan virus-virus pemuda berkarakter ke pelajar lainnya. Tentu saja bisa langsung mengaplikasikan solusi yang dieproleh dari permasalahan baik di lingkungan sekolahnya maupun dirinya sendiri.

Adanya action plan yang menjadi salah satu bentuk dari agenda roadshow ini memberikan gerakan nyata untuk menyebarkan virus-virus character building kepada pelajar-pelajar Indonesia. Di akhir, hasil diskusi dipresentasikan. Kegiatan ini dirasa cukup bermanfaat dalam memberikan wawasan dalam pengembangan karakter bagi peserta, seperti yang di tuturkan salah seorang peserta Septyan dari SMA 1 Pengasih, dia berkata, “Acaranya menarik, bisa kumpul OSIS antar sekolah, jadi bisa saling sharing permaslahan-permasalahan kepemudaan di masing-masing sekolah”.

Begitu juga yang dituturkan Lola (SMA 1 Kalibawang), “Acaranya bagus, bisa berdiskusi dengan teman-teman SMA lain, lain kali waktu untuk diskusi ditambahi kak biar puas dalam bertanya-tanya, hehe”. Memang yang diharapkan para co-trainer yang memimpin diskusi di masing-masing kelompok adalah melibatkan keaktifan dan menggerakkan semangat perbaikan dan semangat menularkan virus-virus character building.

425985_2949988645997_141544870_n (1)

panitia CBGtS #1

 Hal ini ditegaskan pula oleh salah satu co-trainer dari FKAPMEPI, Titis,  “Awalnya mereka gak PeDe untuk berpendapat, jadi harus dipancing-pancing, eh ternyata antusiasme mereka besar, mereka bisa menganalisis masalah yang ada disekolahnya misalnya aja yang suka tawuran, bolos kelas, nyontek, diskriminasi anak IPA dan IPS, dan masih banyak lagi, bahkan mereka mampu kok  memberikan solusinya, yah walaupun belum terlalu solutif, namun positifnya mereka sudah peka akan hal-hal negatif itu, sehingga mereka mampu untuk membentengi dirinya agar bisa menjadi seorang pelajar yang berkarakter”.

Acara resmi di akhiri pukul 15.00 WIB oleh ketua panitia. “Character Building Goes to School ini diharapkan menjadi salah satu cara untuk membentengi diri para pelajar dari perilaku menyimpang seperti tawuran, free sex, narkoba, dsb agar kualitas diri meningkat melalui kegiatan yang positif untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya, pelopor dalam kebaikan lah, amin”, ujar Edwin sekaligus menjadi closing statement acara tersebut.

Kegiatan ini diprakarsai oleh alumni Sekolah Karakter Pemuda Indonesia tingkat Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari Yogyakarta menuju Indonesia lebih baik ! 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s